Media onlaine 3pilarpis, id
Mitra polri
SIDOARJO** Pemerintah Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mulai merealisasikan anggaran Dana Desa (DD) tahun anggaran 2026. Dengan total pagu sebesar **Rp 325.000.000**, pihak desa menitikberatkan alokasi anggaran pada sektor kesehatan masyarakat dan penguatan infrastruktur lingkungan guna mengantisipasi kendala musiman seperti banjir.
**Prioritas Anggaran Sesuai ARKAS**
Sekretaris Desa (Sekdes) Kedungbanteng saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan bahwa seluruh serapan dana tahun ini telah disusun secara cermat melalui Anggaran Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) atau dokumen perencanaan desa yang telah disepakati bersama.
Menurutnya, anggaran tersebut dibagi ke dalam beberapa sub-bidang krusial, di antaranya:
**Sektor Kesehatan:* Penguatan layanan Posyandu untuk balita dan lansia.
**Pemberdayaan Ekonomi:** Dukungan terhadap operasional Koperasi Merah Putih.
**Pembangunan Fisik:* Pengadaan tanah uruk untuk pemeliharaan lingkungan.
> “Dana Desa tahun 2026 kali ini kami arahkan untuk beberapa kegiatan pokok. Semuanya sudah sesuai dengan pos-pos yang ditentukan dalam perencanaan awal agar tepat sasaran,” ujar Sekdes Kedungbanteng.
*Respons Cepat Terhadap Keluhan Banjir**
Salah satu poin utama yang menjadi perhatian Pemerintah Desa tahun ini adalah kondisi geografis beberapa wilayah RT yang kerap terdampak genangan air saat musim hujan. Masalah banjir ini menjadi aspirasi utama yang diserap dari warga setempat.
Menanggapi hal tersebut, Sekdes menambahkan bahwa sebagian dana dialokasikan untuk pembelian **tanah uruk**. Hal ini bertujuan untuk meninggikan area publik atau akses jalan warga yang selama ini menjadi titik langganan banjir.
### **Harapan Sinergi Pemerintah Daerah**
Meski Dana Desa telah dialokasikan, pihak Pemerintah Desa Kedungbanteng menyadari adanya keterbatasan anggaran jika harus menyelesaikan seluruh persoalan infrastruktur secara mandiri. Oleh karena itu, muncul harapan besar adanya intervensi lebih lanjut dari tingkat yang lebih tinggi.
**Aspirasi Warga dan Pemerintah Desa:**
1. **Pemerintah Kabupaten Sidoarjo:** Diharapkan memberikan tambahan alokasi khusus atau bantuan alat berat.
2. **Pihak Kecamatan:** Pendampingan teknis agar pengurukan lahan berjalan efektif dan merata.
3. **Keberlanjutan:** Program pengurukan diharapkan tidak hanya berhenti di satu titik, melainkan mencakup seluruh wilayah terdampak.
“Harapan kami dan juga harapan warga, pihak Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, bahkan kami di tingkat desa bisa terus bersinergi memberikan alokasi lebih untuk pembelian tanah uruk ini. Ini demi kenyamanan dan kesehatan lingkungan warga kami ke depannya,” pungkasnya.
Dengan pengelolaan dana yang transparan dan fokus pada kebutuhan mendasar, Pemdes Kedungbanteng optimis kualitas hidup masyarakat di wilayah Tanggulangin akan terus meningkat di tahun 2026 ini.
Red redaksi

