Close Menu
    Terbaru

    Polri Bentuk Satgas Haji dan Umrah, Antisipasi Penipuan dan Pemberangkatan Ilegal

    18 April 2026

    Polres Lumajang Amankan 10 Terduga Pelaku Penganiayaan Kepala Desa Pakel*

    18 April 2026

    Polres Bondowoso Ungkap Jaringan Narkoba 5 Tersangka Pengedar Diamankan*

    18 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Tiga Pilar PosTiga Pilar Pos
    Button
    • HOME
    • HEADLINE

      Ini Cara Polres Pasuruan Bikin Personel Ops Ketupat Tetap Fresh di Tengah Padatnya Tugas

      18 Maret 2026

      Oknum Ketua “Recehan” salah satu Organisasi, jadi backing Kepala Sekolah yang di duga bermasalah

      16 Maret 2026

      Laskar Jenggolo Hujani Kantor Dewan dengan Ucapan Duka Cita, Protes Keras Mandulnya Fungsi Legislatif

      9 Maret 2026

      Sengketa Rumah Donokerto Surabaya, Advokat Peradin Raih Kemenangan Pidana dan Perdata

      9 Maret 2026

      Pria Idaman Wanita Berkumis Tebal, Lounchingkan Goreng Tahu Terbang Bersama Helikopter

      8 Maret 2026
    • POLITIK
    • PEMERINTAH
    • HUKUM
    • CEK FAKTA
      • SOSIAL
      • BENCANA ALAM
      • KRIMINAL
    • ENTERTAIMENT
      • BISNIS
      • EKONOMI
      • TEKNOLOGI
      • SPORTS
      • HIBURAN
    Tiga Pilar PosTiga Pilar Pos
    Beranda » Kasus Dugaan Penganiayaan di Pasuruan Memanas, Klaim Korban Mulai Dipertanyakan
    CEK FAKTA

    Kasus Dugaan Penganiayaan di Pasuruan Memanas, Klaim Korban Mulai Dipertanyakan

    Hermansyah RasyidBy Hermansyah Rasyid14 April 2026Tidak ada komentar5 Views
    WhatsApp Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Reddit Tumblr Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest

    Media onlaine 3pilarpos, id

    Mitra polri

    PASURUAN — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasuruan mempertemukan perwakilan Buser Rentcar Nasional (BRN) Korda Jawa Timur dengan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPK-SM) SAKERA dalam agenda konfrontir yang digelar di ruang Unit Resmob Satreskrim Polres Pasuruan, Senin siang (13/4/2026). Pertemuan itu berkaitan dengan penanganan kasus dugaan penganiayaan yang disebut terjadi pada Senin dini hari, 22 Desember 2025.

    Dalam proses konfrontir tersebut, kedua belah pihak hadir didampingi kuasa hukum masing-masing. Pihak BRN Jawa Timur didampingi oleh Dodik Firmansyah, sementara pihak LPK-SM Sakera didampingi oleh Cahyo.

    Dari kubu Buser Rentcar Nasional (BRN) Korda Jawa Timur, hadir dua orang saksi berinisial Fs dan Iw yang berstatus sebagai saksi terlapor. Sementara dari pihak LPK-SM Sakera, hadir sekitar tujuh orang, termasuk seorang tersangka berinisial K serta pelapor bernama Ali Ahmad Amrulloh (25).

    “Kami hadir mengikuti proses hukum di Polres Pasuruan sebagai terlapor atas dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh Saudara AA. Kami akan kooperatif mengikuti proses hukum ini,” tegas Dodik Firmansyah saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (14/4/2026).

    Dodik Firmansyah menegaskan keyakinannya bahwa penyidik Satreskrim Polres Pasuruan yang menangani perkara tersebut akan bekerja secara profesional dan transparan. Menurutnya, status sebagai terlapor tidak serta-merta menjadikan seseorang layak ditetapkan sebagai tersangka tanpa dasar hukum yang kuat.

    “Kalau ada desakan agar Polres Pasuruan menetapkan klien kami sebagai tersangka, maka dasarnya hukumnya apa? Ketika dikonfrontir kemarin, semua saksi tidak melihat kejadian penganiayaan, cuma melihat Saudara AA berada di dalam mobil. Pelapor juga bilang tidak ada pemukulan saat ditanya penyidik,” jelas Dodik Firmansyah, pengacara asal Surabaya.

    Ia juga menyoroti adanya kejanggalan terkait luka yang diklaim dialami Saudara AA. Meski tidak ingin mendahului penilaian hukum, Dodik menekankan bahwa seluruh fakta semestinya diuji secara objektif melalui prosedur resmi.

    “Semua bisa diketahui dari hasil visum et repertum yang direkomendasikan oleh Polres Pasuruan. Tapi yang dilakukan oleh Sdr AA ini, dia langsung ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan medis tanpa didampingi oleh kepolisian. Artinya, itu rekam medis, bukan hasil visum resmi. Luka kecil yang dialami AA ini, penyebabnya apa? Karena penganiayaan atau karena faktor lain, itu yang perlu didalami oleh Polres Pasuruan,” tegasnya.

    Di sisi lain, muncul pula sorotan dari pemberitaan media Kliknews berjudul “Saksi Bongkar Dugaan Skenario Ali dalam Kasus Pengeroyokan Anggota BRN di Sukorejo” yang dipublikasikan pada 4 April 2026. Dalam laporan tersebut, disebutkan adanya dugaan rekayasa peran korban oleh Saudara AA dalam kasus pengeroyokan terhadap sejumlah anggota BRN di wilayah Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

    Ali Ahmad, sopir Toyota Innova Reborn yang sebelumnya mengaku sebagai korban pengeroyokan, disebut justru diduga memainkan skenario untuk membangun citra seolah-olah dirinya menjadi pihak yang paling parah menerima kekerasan. Sebelumnya, Ali mengklaim merasakan sakit di sekujur tubuh, khususnya pada bagian wajah yang disebut lebam akibat pukulan sejumlah anggota BRN. Namun, keterangan sejumlah saksi di lapangan justru mengarah pada fakta yang berbeda.

    Disebutkan bahwa sepulang dari rumah sakit dan saat berada di rumahnya di Dusun Karangpanas, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Ali Ahmad bersama sejumlah rekannya, termasuk Samsul Arifin yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Pasuruan, diduga menyusun skenario agar Ali tampil sebagai korban utama dalam peristiwa tersebut.

    Menurut keterangan yang dikutip, saat berada di rumah, Ali Ahmad justru terlihat dalam kondisi sehat. Ia disebut santai, merokok, bahkan sempat tertawa bersama rekan-rekannya. Foto yang kemudian beredar luas memperlihatkan Ali Ahmad berbaring di lantai sambil menutupi wajah. Kondisi itu diduga kuat sebagai bagian dari upaya pengondisian situasi agar terlihat seolah-olah mengalami luka berat akibat pengeroyokan.

    “Waktu pengambilan foto itu, Ali Ahmad sengaja diminta berbaring supaya terlihat seperti korban pengeroyokan,” ujar Parman, nama samaran seorang saksi yang mengaku berada di rumah tersebut, sebagaimana dikutip dari Kliknews.

    Parman menegaskan bahwa narasi sakit yang disampaikan Ali di sejumlah media bukanlah gambaran kondisi sebenarnya, melainkan bagian dari upaya membangun opini publik sekaligus mempengaruhi persepsi aparat penegak hukum.

    “Sebenarnya dia pura-pura sakit supaya terlihat sebagai korban pengeroyokan oleh anggota BRN. Padahal di rumahnya dia sehat, merokok, bahkan tertawa. Memang ada lebam di wajah, tapi tidak separah yang diberitakan,” tegasnya.

    Lebih jauh, Parman juga mengungkap dugaan keterlibatan Samsul Arifin pada malam kejadian. Arifin yang kini berstatus DPO disebut turut berada dalam peristiwa pemukulan tersebut, bahkan diduga aktif melakukan penyerangan di lokasi.

    “Ya saya ikut mukul, melihat Ali dikeroyok,” kata Parman menirukan pengakuan Ripin saat itu.

    Keterangan itu berseberangan dengan bantahan Samsul Arifin dalam salah satu pemberitaan sebelumnya yang menyatakan dirinya tidak terlibat dalam pemukulan. Namun, sejumlah saksi justru menyebut Samsul Arifin terlihat aktif melakukan pemukulan dan bahkan disebut terekam dalam video yang beredar di masyarakat.

    Parman juga menilai video yang selama ini beredar tidak menampilkan keseluruhan kejadian secara utuh.

    “Video yang beredar itu sudah dipotong. Versi lengkapnya ada Ali lebih dulu membabi buta memukul salah satu anggota BRN, baru kemudian yang lain ikut menyerang,” ungkapnya.

    Saksi lain pun memberikan penilaian senada. Ia menyebut klaim Ali Ahmad sebagai korban sejak awal diduga merupakan bagian dari skenario untuk membentuk persepsi publik.

    “Ali itu membodohi semua. Dia bukan korban seperti yang selama ini disampaikan. Itu saling pukul. Karena wajahnya lebam, akhirnya dia mengaku korban. Dugaan kami itu memang settingan sejak awal kejadian,” tegasnya.

    Perkembangan dalam agenda konfrontir di Polres Pasuruan serta munculnya keterangan sejumlah saksi kini memperlihatkan adanya banyak kejanggalan yang perlu diuji secara cermat dan objektif. Karena itu, proses penyidikan yang profesional, terbuka, dan berbasis alat bukti menjadi penentu penting untuk mengungkap fakta sebenarnya dalam perkara ini.

    (Red) redaksi

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Email
    Hermansyah Rasyid

    Pos Terkait

    Polri Bentuk Satgas Haji dan Umrah, Antisipasi Penipuan dan Pemberangkatan Ilegal

    18 April 2026

    Polres Lumajang Amankan 10 Terduga Pelaku Penganiayaan Kepala Desa Pakel*

    18 April 2026

    Polres Bondowoso Ungkap Jaringan Narkoba 5 Tersangka Pengedar Diamankan*

    18 April 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Posting Terbaru

    Diduga Bawa Lari Seorang Ibu dan Dua Anak, Pria Asal Lumajang Dilaporkan Keluarga Korban

    4 Desember 2025143

    Oknum Ketua “Recehan” salah satu Organisasi, jadi backing Kepala Sekolah yang di duga bermasalah

    16 Maret 202697

    DIDUGA , Praktek Tidak Kantongi Izin Resmi

    8 Desember 202592

    Diduga Memberatkan, Pungutan SMPN 6 Ponorogo Buat Wali Murid Berderet Memohon Keringanan

    23 November 202584

    Ngeyel di Tengah Larangan, Dugaan Pengiriman Rokok Ilegal di Madura Seret Nama Jaringan Ekspedisi Besar

    11 April 202682

    Tergugat Sampaikan Kesimpulan, Bongkar Fakta Berat di Persidangan*

    16 November 202582
    Headline
    CEK FAKTA

    Polri Bentuk Satgas Haji dan Umrah, Antisipasi Penipuan dan Pemberangkatan Ilegal

    By Hermansyah Rasyid18 April 20261

    Media onlaine 3pilarpos, id Mitra polri Jakarta – Polri resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Haji…

    Polres Lumajang Amankan 10 Terduga Pelaku Penganiayaan Kepala Desa Pakel*

    18 April 2026

    Polres Bondowoso Ungkap Jaringan Narkoba 5 Tersangka Pengedar Diamankan*

    18 April 2026

    Judul: BPK Bongkar Potensi Kebocoran Rp75,9 M di Disdik Jatim, LPKHI: Bukan Human Error, Ini Pola*

    18 April 2026

    Tak Ada Anggaran Operasional untuk Wartawan Peliput, Kejati Jatim Akui Konferensi Pers Terdampak Efisiensi

    18 April 2026

    Usai Investigasi Gudang LPG di Sukodono, Wartawan Diduga Diintimidasi dan Dilecehkan Melalui WhatsApp

    18 April 2026
    Tentang Tiga Pilar Pos
    Tentang Tiga Pilar Pos

    Pilar Informasi Terpercaya Anda, Menopang Kebenaran, Mengungkap Fakta.

    REDAKSI

    Email kami:
    inkaayusuhartini@gmail.com
    hermansyahrasyid4@gmail.com

    Contact:
    0895632190642
    085658622133

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Berita Pilihan

    Polri Bentuk Satgas Haji dan Umrah, Antisipasi Penipuan dan Pemberangkatan Ilegal

    18 April 2026

    Polres Lumajang Amankan 10 Terduga Pelaku Penganiayaan Kepala Desa Pakel*

    18 April 2026

    Polres Bondowoso Ungkap Jaringan Narkoba 5 Tersangka Pengedar Diamankan*

    18 April 2026
    Paling Populer

    Diduga Bawa Lari Seorang Ibu dan Dua Anak, Pria Asal Lumajang Dilaporkan Keluarga Korban

    4 Desember 2025143

    Oknum Ketua “Recehan” salah satu Organisasi, jadi backing Kepala Sekolah yang di duga bermasalah

    16 Maret 202697

    DIDUGA , Praktek Tidak Kantongi Izin Resmi

    8 Desember 202592
    © 2026 Tiga Pilar Pos. Designed by Dona.
    • HOME
    • POLITIK
    • HEADLINE
    • CEK FAKTA
    • PEMERINTAH

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.