Media onlaine 3pilarpos, id
Mitra polri
**PASURUAN** – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan taringnya dalam memajukan sektor ekonomi kerakyatan. Melalui rangkaian gagasan yang konkret dan inovatif, Pemkab Pasuruan berupaya mencetak peternak yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar nasional.
*Sekolah Lapang Terintegrasi: Investasi SDM Peternakan**
Langkah nyata ini diawali dengan pembukaan *Sekolah Lapang Terintegrasi* sebuah program edukasi intensif yang dirancang khusus untuk meningkatkan literasi dan keterampilan praktis para peternak lokal. Agenda ini dibuka langsung oleh Bupati Pasuruan, **Rusdi Sutejo**, yang menekankan pentingnya penguasaan teknologi dan manajemen ternak yang modern.
> “Kita tidak ingin peternak kita hanya berjalan di tempat. Melalui Sekolah Lapang ini, pemerintah hadir untuk memberikan pendampingan agar pengetahuan peternak meningkat, sehingga produktivitas hewan ternak kita juga naik secara signifikan,” ujar Rusdi Sutejo dalam sambutannya.
Program ini fokus pada integrasi antara kesehatan hewan, pakan berkualitas, hingga manajemen limbah yang ramah lingkungan. Dengan kompetensi yang mumpuni, diharapkan para peternak mampu meminimalisir risiko kerugian dan memaksimalkan potensi keuntungan dari hulu ke hilir.
**Geliat Kontes Entok Nasional Pasuruan Bersatu 2026*
Tak berhenti pada edukasi formal, geliat inovasi peternakan juga tampak nyata dalam gelaran *Kontes Entok Nasional Pasuruan Bersatu 2026* Acara yang berlangsung meriah pada hari Minggu, 12 April 2026, ini dipusatkan di kawasan Bangkodir, Kecamatan Bangil.
Ajang bergengsi ini menjadi magnet bagi para pecinta dan peternak unggas dari berbagai daerah di Jawa Timur. Peserta tercatat datang dari **Blitar, Trenggalek, Banyuwangi**, hingga beberapa kabupaten/kota tetangga lainnya. Mereka membawa jagoan entok terbaiknya untuk bertanding dalam berbagai kategori kecantikan dan kesehatan.
**Mendorong Inovasi dan Ekonomi Kreatif**
Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer keindahan unggas, melainkan memiliki misi besar untuk mendorong para peternak entok agar terus berinovasi dalam hal pembiakan Dengan adanya standar penilaian yang ketat, peternak dipacu untuk memahami kualitas genetika dan perawatan yang optimal.
Tujuan utama dari kontes ini adalah:
*Pengembangan Inovasi:** Mendorong peternak menemukan metode budidaya yang lebih efisien.
**Daya Saing Tinggi:** Membentuk mentalitas peternak yang kompetitif di level nasional.
**Peningkatan Ekonomi:*Menaikkan nilai jual entok berkualitas yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan keluarga peternak.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan berharap sinergi antara edukasi melalui Sekolah Lapang dan apresiasi melalui kontes nasional ini dapat menjadikan Kabupaten Pasuruan sebagai barometer peternakan unggas di Indonesia. Dengan semangat kebersamaan, para peternak kini memiliki wadah untuk bertukar ilmu sekaligus memperluas jaringan pasar mereka.
*Laporan: Tim Komunikasi Publik Kabupaten Pasuruan*
Red her

