Media onlaine pilarpos, id
Mitra polisi
PASURUAN โ Implementasi kebijakan pendidikan gratis di Jawa Timur benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah Wonorejo. Selama lebih dari dua tahun terakhir, SMKN 1 Wonorejo tercatat tidak lagi menarik sumbangan maupun iuran dalam bentuk apa pun dari para siswa. Langkah berani ini diambil sebagai bentuk kepatuhan penuh terhadap instruksi mantan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang menekankan akses pendidikan tanpa biaya bagi sekolah negeri.
Kebijakan “Zero Pungutan” ini didukung penuh oleh skema pendanaan yang terintegrasi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara konsisten menutup kebutuhan operasional sekolah melalui Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOP/BOSDA). Di sisi lain, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan terus mengucurkan bantuan sarana dan prasarana guna menunjang kualitas belajar mengajar.
Transparansi Melalui Sistem ARKAS
Humas SMKN 1 Wonorejo, Hamzah Yasin, S.T., menegaskan bahwa seluruh gerak operasional sekolah saat ini murni mengandalkan anggaran negara yang dikelola dengan transparansi tinggi.
> Kami hanya mengelola dana BOS sesuai dengan ARKAS (Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) yang sudah disetujui oleh dinas terkait. Tidak ada penyimpangan, dan iuran memang sudah kami tiadakan selama lebih dari dua tahun ini,” ujar Hamzah saat memberikan keterangan di ruang tamu sekolah, Senin 6 4 april 2026
Ia menambahkan bahwa dengan adanya sistem digital seperti ARKAS, setiap rupiah yang keluar harus memiliki pertanggungjawaban yang jelas dan sesuai dengan peruntukan yang telah direncanakan di awal tahun ajaran.
Dukungan Komite dan Respons Positif Orang Tua
Keputusan sekolah untuk menghapus iuran bulanan maupun uang gedung disambut baik oleh pihak komite sekolah. Berdasarkan pantauan di lapangan, para orang tua merasa sangat terbantu, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Perwakilan guru dan komite menyatakan bahwa ketiadaan beban biaya pendidikan membuat angka putus sekolah di wilayah tersebut menurun drastis. Siswa kini bisa lebih fokus mengejar prestasi tanpa harus terbebani oleh urusan administrasi keuangan yang memberatkan.
Pengawasan Berjenjang Menjadi Kunci
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Wonorejo menjelaskan bahwa kunci keberhasilan pengelolaan sekolah tanpa iuran terletak pada efisiensi dan pengawasan. Penggunaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dilakukan secara disiplin dan melalui pengawasan berjenjang, mulai dari internal sekolah hingga inspeksi dari Dinas Pendidikan Provinsi.
Beberapa poin utama dalam pengelolaan dana di SMKN 1 Wonorejo:
Memprioritaskan kebutuhan esensial siswa dan praktikum.
Memastikan setiap pengadaan barang dan jasa terekam dalam sistem.
Partisipasi Publik: Membuka ruang bagi masyarakat untuk memantau perkembangan sarana sekolah.
Dengan konsistensi ini, SMKN 1 Wonorejo berharap dapat menjadi role model bagi satuan pendidikan lainnya di Kabupaten Pasuruan dalam hal integritas tata kelola keuangan dan komitmen terhadap pendidikan gratis berkualitas.
Red her

