Media onlaine 3pilarpos, id

Mitra polisi

SIDOARJO – Komitmen berkelanjutan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup membuahkan hasil manis bagi SMA Negeri 1 Wonoayu. Sekolah yang terletak di wilayah Sidoarjo ini resmi dianugerahi penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Penghargaan prestisius berupa sertifikat tersebut menjadi bukti nyata sinergi seluruh elemen sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang asri dan bebas sampah plastik.
Sinergi Lintas Sektor dalam Perayaan Lingkungan
Acara sosialisasi lingkungan ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Camat Wonoayu, H. Anwar, Kepala Desa Abdul Malik, S.H., serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah, Kuswanto. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa keberhasilan SMAN 1 Wonoayu bukan sekadar prestasi internal, melainkan kebanggaan bagi masyarakat setempat.
Kepala SMAN 1 Wonoayu, Dr. Ririn Farida, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini. Ia menekankan bahwa penghargaan Adiwiyata bukanlah tujuan akhir, melainkan titik tolak untuk membentuk karakter siswa yang peduli pada bumi.
Gerakan Bebas Plastik dan Budaya
Sebagai langkah konkret mempertahankan predikat tersebut, pihak sekolah memperketat regulasi penggunaan plastik di lingkungan sekolah. Humas SMAN 1 Wonoayu, Haji Waluyo, secara tegas menyampaikan himbauan kepada seluruh warga sekolah, mulai dari jajaran guru, staf, hingga ribuan siswa.
> Kami mewajibkan seluruh warga sekolah untuk tidak lagi menggunakan bungkus plastik sekali pakai. Sebagai gantinya, setiap individu diharuskan membawa peralatan makan dan minum sendiri atau tumbler dari rumah,” ujar Waluyo saat memberikan keterangan.

Selain pembatasan plastik, SMAN 1 Wonoayu juga terus menggalakkan program unggulan bernama “LISA” (Lihat Sampah Ambil). Program ini menanamkan kesadaran kolektif agar setiap orang yang melihat sampah di area sekolah segera mengambil dan membuangnya ke tempat yang benar tanpa harus menunggu petugas kebersihan.
Menuju Panggung Nasional 2027
Capaian tingkat provinsi ini menjadi bahan bakar bagi SMAN 1 Wonoayu untuk melangkah lebih jauh. Dr. Ririn Farida mengonfirmasi bahwa setelah diterimanya sertifikat Adiwiyata Jatim 2026, pihak sekolah langsung tancap gas melakukan persiapan untuk mengikuti seleksi Adiwiyata Tingkat Nasional.

Camat Wonoayu, H. Anwar, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan ini. Ia berharap langkah SMAN 1 Wonoayu dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Wonoayu untuk ikut andil dalam gerakan penyelamatan lingkungan sejak dini.

Red her

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version