media cetak dan onlaine pilarpos, id 

MOJOKERTO – Di tengah dinamika ekonomi yang menantang, sosok tokoh masyarakat sekaligus pengusaha sukses asal Desa Kunjorowesi, Mojokerto, yang akrab disapa Abah Maa’at, menjadi buah bibir. Bukan hanya karena keberhasilan bisnisnya, melainkan karena komitmen sosialnya yang tinggi dalam membantu sesama.
Kesuksesan yang Berbagi
Bagi Abah Maa’at, kesuksesan finansial bukanlah tujuan akhir yang hanya dinikmati oleh diri sendiri atau lingkaran keluarga inti. Ia memegang prinsip bahwa dalam setiap rezeki yang ia dapatkan, terdapat hak orang lain yang membutuhkan. Hal ini dibuktikannya melalui penyaluran bantuan rutin yang ia lakukan secara konsisten.
Setiap tahunnya, Abah Maa’at secara rutin membagikan sebagian rezekinya kepada ratusan anak yatim, kaum dhuafa, dan para janda di wilayah Kunjorowesi dan sekitarnya. Aksi filantropi ini telah menjadi agenda tetap yang sangat dinantikan oleh warga masyarakat kelas bawah.
> “Kesuksesan itu baru terasa nyata jika kita bisa melihat orang di sekitar kita juga tersenyum. Membantu anak yatim dan dhuafa adalah bentuk syukur saya kepada Allah SWT,” ujar salah satu kerabat dekat Abah Maa’at saat menggambarkan kepribadian sang pengusaha.

Dampak keberadaan Abah Maa’at tidak hanya dirasakan melalui bantuan langsung tunai atau sembako. Sebagai seorang pengusaha, ia berperan aktif dalam mendongkrak perekonomian lokal dengan cara membuka lapangan pekerjaan.
Sebagian besar karyawan yang bekerja di unit usahanya adalah warga sekitar Desa Kunjorowesi. Strategi ini terbukti efektif menurunkan angka pengangguran di desa tersebut dan meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.
Teladan Bagi Pengusaha Lain
Langkah yang diambil Abah Maa’at mendapat apresiasi luas dari tokoh masyarakat lainnya. Ia dianggap sebagai contoh nyata bagaimana seorang pengusaha bisa bersinergi dengan lingkungan sosialnya. Kehadirannya memberikan harapan bahwa pertumbuhan industri atau bisnis di suatu daerah harus sejalan dengan kesejahteraan penduduk aslinya.
Dengan kerendahan hati dan semangat berbagi, Abah Maa’at telah membuktikan bahwa menjadi kaya secara materi tidak harus membuat seseorang berjarak dengan masyarakat, melainkan menjadi jembatan untuk mengangkat derajat hidup banyak orang.

Red. Hermansyah rasyid

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version