Media onlaine 3pilarpos, id

Mitra polri

 

*PASURUAN*– Penyakit Thalasemia masih menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan masyarakat di Indonesia. Sebagai kelainan darah bawaan yang menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin secara normal, Thalasemia membutuhkan penanganan jangka panjang yang disiplin dan penuh kasih sayang.
Menyadari urgensi tersebut, *RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan* mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan *Webinar Continuing Health Education (CHE) seri ke-2*. Mengusung tema besar *“Bersama Hadapi Thalasemia pada Anak: Kenali Sejak Dini, Dampingi dengan Kasih, Berikan Kecukupan Nutrisi”*, kegiatan ini diproyeksikan menjadi wadah edukasi krusial bagi tenaga medis maupun masyarakat umum pada *Sabtu, 23 Mei 2026*
Urgensi Deteksi Dini di Tengah Tantangan Genetik
Direktur RSUD Bangil, melalui panitia penyelenggara, menekankan bahwa edukasi adalah kunci utama dalam memutus rantai keterlambatan diagnosis. Thalasemia sering kali disebut sebagai “penyakit tersembunyi” karena gejalanya yang menyerupai anemia biasa pada tahap awal, namun dampaknya bisa sangat fatal jika tidak tertangani dengan benar.
> Kurangnya pemahaman mengenai deteksi dini seringkali berdampak buruk pada kualitas hidup anak. Melalui webinar ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi anak yang terlambat didiagnosis hanya karena ketidaktahuan orang tua atau kurangnya kewaspadaan tenaga kesehatan,” ungkap perwakilan panitia.

Panel Ahli: Mengupas Thalasemia dari Berbagai Sudut Pandang
Webinar ini tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga pendekatan praktis yang dipandu oleh empat narasumber ahli di bidangnya masing-masing:
### 1. Diagnosis dan Tata Laksana Medis
*dr. Moch. Mustafa Khamruddin, Sp.A* akan membedah sisi klinis thalasemia. Fokus utamanya adalah bagaimana mengenali tanda-tanda awal pada anak, seperti wajah yang pucat, kelelahan kronis, hingga perubahan struktur tulang wajah yang khas (facies thalasemia). Beliau juga akan menjelaskan protokol transfusi darah yang aman serta terapi kelasi besi untuk mencegah komplikasi penumpukan zat besi di organ tubuh.
2. Akurasi Laboratorium dalam Skrining
*dr. Viva Trisna Insan Mirana, Sp.PK*akan mengupas sisi teknis pendeteksian melalui uji laboratorium. Deteksi dini bukan sekadar cek darah biasa, melainkan melibatkan analisis hemoglobin (Hb) yang mendalam. Peran dokter spesialis patologi klinik sangat vital untuk memberikan diagnosis pasti bagi pembawa sifat carrier. maupun penderita thalasemia mayor.
3. Dukungan Holistik dan Edukasi Keperawatan
*Renny Huda Aisata, S.Kep., Ns* akan menyoroti peran perawat sebagai garda terdepan dalam mendampingi pasien. Perawatan thalasemia adalah perjalanan maraton, bukan lari cepat. Dukungan psikososial, edukasi kepada keluarga mengenai cara menghadapi efek samping pengobatan, serta motivasi agar pasien tetap patuh berobat menjadi poin utama dalam sesi ini.
4. Optimalisasi Nutrisi bagi Kualitas Hidup
*Pillya Indah RD* akan menutup rangkaian materi dengan pembahasan mengenai gizi. Anak dengan thalasemia memiliki kebutuhan nutrisi yang spesifik—di mana mereka harus menjaga keseimbangan asupan agar tidak memperparah penumpukan zat besi, namun tetap mendapatkan energi yang cukup untuk tumbuh kembang optimal.
## Investasi Pengetahuan dan Kontribusi Masyarakat
RSUD Bangil membuka kesempatan luas bagi siapa saja yang ingin memperdalam ilmu mengenai thalasemia. Dengan kontribusi sebesar *Rp30.000*, peserta akan mendapatkan manfaat berupa:
*E-Sertifikat* dengan validasi **SKP** (Satuan Kredit Profesi) bagi tenaga kesehatan.
*E-Materi* yang komprehensif dari para pakar.
Akses interaktif tanya jawab langsung dengan narasumber.
Kegiatan yang akan berlangsung secara daring melalui platform *Zoom Meeting* mulai pukul *08.00 WIB* ini diharapkan dapat menjangkau peserta dari berbagai wilayah, tidak hanya terbatas di Kabupaten Pasuruan.
Komitmen RSUD Bangil: Lebih dari Sekadar Pengobatan
Penyelenggaraan Webinar CHE 2 ini menegaskan posisi RSUD Bangil sebagai institusi layanan kesehatan yang berorientasi pada aspek *promotif dan preventif* Thalasemia mungkin merupakan penyakit yang belum bisa disembuhkan secara total, namun dengan pendampingan yang tepat dan pemenuhan nutrisi yang baik, anak-anak penyandang thalasemia tetap memiliki hak dan peluang untuk berprestasi dan hidup bahagia.
Melalui sinergi antara tenaga medis, orang tua, dan masyarakat luas, RSUD Bangil optimis bahwa kualitas hidup pasien thalasemia di masa depan akan terus meningkat, seiring dengan semakin kuatnya sistem dukungan dan pemahaman kolektif kita semua.
Informasi Pendaftaran:
Peserta dapat mendaftarkan diri melalui tautan resmi yang disediakan oleh panitia RSUD Bangil atau menghubungi kontak person yang tertera pada brosur kegiatan. *Mari kenali, dampingi, dan dukung mereka untuk masa depan yang lebih cerah.

Red. Redaksi team

R

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version