Tigapilarpos, id mitra TNI & POLRI
PROBOLINGGO,; Proyek Peningkatan Ruas Jalan Tambakrejo – Lumbang R.222 di Kabupaten Probolinggo disorot. Selain diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis, tumpukan material proyek juga dibiarkan menumpuk dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Proyek senilai Rp1.495.065.213* yang bersumber dari PAD TA 2026 itu dikerjakan oleh CV. Vitruvius Architectura dengan konsultan pengawas CV. Citra Nusa Persada*. Masa pengerjaan berlangsung 6 Juli 2026 hingga 2 November 2026.
Berdasarkan pemantauan mediaini di lapangan, ditemukan 5 dugaan pelanggaran teknis.
Pertama, digunakan batu bulat pada pekerjaan pondasi atau pelapisan. Kedua, campuran adukan pasir semen diduga tidak sesuai takaran dan proses pengadukan tidak menggunakan molen.
Ketiga, pemasangan batu pondasi tidak didahului dengan pasangan pasir semen. Keempat, digunakan pasir lokal yang masih banyak mengandung unsur tanah. Kelima, tidak terlihat pelaksana proyek maupun konsultan pengawas saat pekerjaan berlangsung.
Kondisi itu dikhawatirkan menurunkan mutu konstruksi dan tidak sesuai dokumen kontrak.
Lebih parah, material sisa proyek seperti batu, pasir, dan sisa adukan dibiarkan di bahu jalan. Pengguna jalan, terutama pengendara motor pada malam hari, mengeluhkan minimnya rambu dan lampu peringatan.
“Kami lewat sini tiap hari. Kalau hujan licin, apalagi batu-batunya berserakan. Bisa jatuh,” ujar salah satu warga Tambakrejo.
Upaya konfirmasi telah dilakukan. Media ini dengan mengirimkan permintaan klarifikasi kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo dan kontraktor pelaksana pada Senin, 3 Agustus 2026. Poin yang diajukan meliputi penjelasan temuan, hasil uji mutu, langkah evaluasi, perintah perbaikan, dan kepastian kehadiran pengawas di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, baik Kadis PUPR maupun pihak CV. Vitruvius Architectura belum memberikan tanggapan. Upaya menghubungi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo juga belum mendapat jawaban. Posisinya terkesan “diam seribu bahasa”.
Masyarakat pengguna jalan Tambakrejo – Lumbang berharap Dinas PUPR segera turun melakukan pemeriksaan. Proyek ini menyangkut keselamatan dan kualitas infrastruktur dasar warga.
Media ini akan terus memantau perkembangan proyek ini dan menunggu hak jawab dari pihak terkait.(her)

