Close Menu
    Terbaru

    Dapat Kucuran Dana Rp1,5 Miliar, SDN 1 Porong Revitalisasi 2 Ruang Kelas dan Perbaikan Atap

    2 September 2026

    365 KPM di Desa Kebakalan Porong Terima Bantuan Pangan Beras 30 Kg, Warga: Sangat Membantu

    2 September 2026

    Hampir 4 Bulan Berjalan, Perkara Aipda Slamet Hutoyo Masuk Tahap II, Kuasa Hukum Korban Desak Segera Ditahan

    1 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Tiga Pilar PosTiga Pilar Pos
    Button
    • HOME
    • HEADLINE

      365 KPM di Desa Kebakalan Porong Terima Bantuan Pangan Beras 30 Kg, Warga: Sangat Membantu

      2 September 2026

      Proyek P3-TGAI Rp190 Juta di Juwana Disorot, Pekerja Sebut Ada Dugaan Campur Tangan Pihak Luar

      1 September 2026

      Pemkab Sidoarjo Gelontorkan Hampir 1 Miliar Untuk Normalisasi Saluran Porong Kanal

      1 September 2026

      SMPN 1 Sukodono, Sekolah Favorit Dengan 1400 Siswa dan Fasilitas Super Lengkap

      1 September 2026

      Pembina Media Semerusatu News H.Abdul Munhari Bersama Istri Gelar Kirim Doa dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

      31 Agustus 2026
    • POLITIK
    • PEMERINTAH
    • HUKUM
    • CEK FAKTA
      • SOSIAL
      • BENCANA ALAM
      • KRIMINAL
    • ENTERTAIMENT
      • BISNIS
      • EKONOMI
      • TEKNOLOGI
      • SPORTS
      • HIBURAN
    Tiga Pilar PosTiga Pilar Pos
    Beranda » Analisis Saiful Macan: Anatomi Penyimpangan Komite Sekolah, “Sukarela Paksa”, dan Air Mata Orang Tua di Balik Sistem
    CEK FAKTA

    Analisis Saiful Macan: Anatomi Penyimpangan Komite Sekolah, “Sukarela Paksa”, dan Air Mata Orang Tua di Balik Sistem

    Hermansyah RasyidBy Hermansyah Rasyid26 November 2025Tidak ada komentar18 Views
    WhatsApp Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Reddit Tumblr Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest

     

    Jakarta, TigaPilarPos, id
    Jurnalis sekaligus pemerhati pendidikan, Saiful Macan kembali menggetarkan jagat pendidikan nasional melalui analisis tajam yang merobek lapisan-lapisan manipulasi dalam praktik komite sekolah. Dalam kajiannya, Saiful membedah bagaimana istilah “sumbangan sukarela” digeser maknanya menjadi kewajiban halus yang ditekan melalui moral, rasa tidak enak, dan struktur kekuasaan.

    Namun di balik kritik akademiknya, Saiful menyelipkan narasi yang membuat banyak orang tua terdiam lam, sebuah gambaran syahdu yang menyingkap luka sunyi di balik praktik pendidikan yang harusnya membahagiakan.

    Saiful menyebut sumbangan sebagai konsep sosial yang sakral: lahir dari keikhlasan, bukan tekanan.
    Namun ketika masuk ke mekanisme komite, istilah itu berubah menjadi alat kontrol sosial.

    “Ini sumbangan yang prosedurnya seperti cicilan,” ujarnya.

    Ia menyebut fenomena ini sebagai disonansi moral, ketika kemuliaan dipakai sebagai topeng penarikan dana.

    Di tengah analisanya, Saiful mengisahkan satu potret yang ia amati di sebuah sekolah.

    “Saya pernah melihat seorang ibu duduk di serambi sekolah, memegang formulir keberatan. Tangannya gemetar, bukan karena takut, tapi karena harga dirinya merasa diuji. Ia bilang pelan: ‘Saya ingin anak saya tetap sekolah, Pak… tapi saya tidak punya uang sebesar itu.’

    Ia menunduk, tidak berani menatap petugas. Bukan karena bersalah, tetapi karena malu dipaksa merasa bersalah.

    Narasi sederhana itu membuat banyak kalangan pendidikan terdiam. Karena di balik retorika “sumbangan”, ada kenyataan yang tidak pernah mereka mau lihat.

    Saiful kembali masuk pada analisis struktural: sekolah berdiri di balik komite untuk memisahkan citra dari praktik. “Ini governance decoupling,” ujarnya,
    pemisahan tanggung jawab formal agar sekolah tampil suci sementara komite mengerjakan hal yang sensitif.

    Dalam perspektif etika publik, ini adalah bentuk paling klasik dari pengalihan beban moral.

    Saiful menyebut fenomena itu sebagai ritual administratif penuh tekanan emosional.
    “Ketika ada kolom keberatan, itu bukan lagi sumbangan,” tegasnya. “Yang sukarela tidak butuh izin untuk tidak memberi.” tambahnya.

    Ia menyebutnya administrasi rasa malu, yang memaksa orang tua menunduk lebih rendah dari seharusnya.

    Dalam bagian paling pedas, Saiful menilai mekanisme ini dijalankan oleh kecerdasan yang tersesat.

    “Ini bukan sekadar kekeliruan teknis. Ini kecerdikan strategis yang gelap, kelicikan berkelas yang dibangun oleh otak-otak cerdas yang memilih arah keliru.” Teriaknya.

    Ia menyebutnya maladministrasi bersarung moral: rapi, elegan, tersenyum, tetapi menekan.

    Saiful menambahkan satu kisah yang membuat pembaca seolah disayat pelan, “Ada seorang anak yang saya temui. Ia bertanya kepada ibunya: ‘Bu, besok aku boleh ikut ujian kan?’

    Ibunya tersenyum, menyembunyikan kegundahan. Ia bilang, ‘Boleh, Nak.’ Padahal ia baru saja menggadaikan perhiasan kecil peninggalan neneknya demi membayar sesuatu yang disebut sumbangan sukarela.

    Anak itu tidak tahu apa yang terjadi. Ia hanya ingin sekolah. Ia tidak tahu dunia orang dewasa kadang lebih kejam dari ujian matematika.

    Saiful menutup analisanya dengan nada paling keras, namun paling menyentuh, “Komite seharusnya menjadi jembatan. Tapi ketika jembatan dibangun dengan tekanan dan rasa malu, maka orang tua menyeberang sambil menahan tangis. Seperti memasuki pintu putar: datang dengan harapan, pulang dengan kewajiban yang tidak mereka rencanakan.” ucapnya lirih.

    Ia mengingatkan bahwa pendidikan seharusnya bukan ruang untuk mempermalukan yang lemah.
    “Jika sumbangan berubah menjadi beban, maka bukan orang tua yang gagal, tetapi sistemnya.” pungkasnya.

    Red saiful macan

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Email
    Hermansyah Rasyid

    Pos Terkait

    Dapat Kucuran Dana Rp1,5 Miliar, SDN 1 Porong Revitalisasi 2 Ruang Kelas dan Perbaikan Atap

    2 September 2026

    Hampir 4 Bulan Berjalan, Perkara Aipda Slamet Hutoyo Masuk Tahap II, Kuasa Hukum Korban Desak Segera Ditahan

    1 September 2026

    Pemkab Sidoarjo Gelontorkan Hampir 1 Miliar Untuk Normalisasi Saluran Porong Kanal

    1 September 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Posting Terbaru

    Tenda Mogok Kerja Dibongkar Paksa, PC SPDT FSPMI Sidoarjo Lapor ke Polsek Porong dan Desak Disnaker Turun Tangan

    30 Juli 2026455

    Hari Ke-2 Mogok Kerja di Porong Sidoarjo : Gelombang Solidaritas Menguat, Pekerja Alih Daya Sektor Migas Desak PT Indojaya Raya Sejahtera & PT Royal Metal Perkasa (JADE GROUP) Penuhi Hak Normatif*

    20 Juli 2026200

    Diduga Bawa Lari Seorang Ibu dan Dua Anak, Pria Asal Lumajang Dilaporkan Keluarga Korban

    4 Desember 2025151

    Oknum Ketua “Recehan” salah satu Organisasi, jadi backing Kepala Sekolah yang di duga bermasalah

    16 Maret 2026111

    Cek Sound sistem Audio PMJ ( Putra Madura jaya ) Gemparkan masyarakat Banyuates.

    14 Juli 2026110

    Sedekah Bumi Bulak Ombo Jadi Ajang Kerukunan 4 RT di Prigen

    24 Juni 2026102
    Headline
    CEK FAKTA

    Dapat Kucuran Dana Rp1,5 Miliar, SDN 1 Porong Revitalisasi 2 Ruang Kelas dan Perbaikan Atap

    By Hermansyah Rasyid2 September 202610

    TigaPilarPos,id  Media mitra TNI & POLRI *SIDOARJO* – Kabar baik datang dari dunia pendidikan di…

    365 KPM di Desa Kebakalan Porong Terima Bantuan Pangan Beras 30 Kg, Warga: Sangat Membantu

    2 September 2026

    Hampir 4 Bulan Berjalan, Perkara Aipda Slamet Hutoyo Masuk Tahap II, Kuasa Hukum Korban Desak Segera Ditahan

    1 September 2026

    Proyek P3-TGAI Rp190 Juta di Juwana Disorot, Pekerja Sebut Ada Dugaan Campur Tangan Pihak Luar

    1 September 2026

    Pemkab Sidoarjo Gelontorkan Hampir 1 Miliar Untuk Normalisasi Saluran Porong Kanal

    1 September 2026

    SMPN 1 Sukodono, Sekolah Favorit Dengan 1400 Siswa dan Fasilitas Super Lengkap

    1 September 2026
    Tentang Tiga Pilar Pos
    Tentang Tiga Pilar Pos

    Pilar Informasi Terpercaya Anda, Menopang Kebenaran, Mengungkap Fakta.

    REDAKSI

    Email kami:
    inkaayusuhartini@gmail.com
    hermansyahrasyid4@gmail.com

    Contact:
    0895632190642
    085658622133

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Berita Pilihan

    Dapat Kucuran Dana Rp1,5 Miliar, SDN 1 Porong Revitalisasi 2 Ruang Kelas dan Perbaikan Atap

    2 September 2026

    365 KPM di Desa Kebakalan Porong Terima Bantuan Pangan Beras 30 Kg, Warga: Sangat Membantu

    2 September 2026

    Hampir 4 Bulan Berjalan, Perkara Aipda Slamet Hutoyo Masuk Tahap II, Kuasa Hukum Korban Desak Segera Ditahan

    1 September 2026
    Paling Populer

    Tenda Mogok Kerja Dibongkar Paksa, PC SPDT FSPMI Sidoarjo Lapor ke Polsek Porong dan Desak Disnaker Turun Tangan

    30 Juli 2026455

    Hari Ke-2 Mogok Kerja di Porong Sidoarjo : Gelombang Solidaritas Menguat, Pekerja Alih Daya Sektor Migas Desak PT Indojaya Raya Sejahtera & PT Royal Metal Perkasa (JADE GROUP) Penuhi Hak Normatif*

    20 Juli 2026200

    Diduga Bawa Lari Seorang Ibu dan Dua Anak, Pria Asal Lumajang Dilaporkan Keluarga Korban

    4 Desember 2025151
    © 2026 Tiga Pilar Pos. Designed by Tiga Pilar Pos Team.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.