Tigapilarpos, id Mitra TNI & POLRI

*SIDOARJO* – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh generasi muda Kabupaten Sidoarjo. Sebanyak *100 murid SMAN 1 Porong* mendapat kehormatan tampil mengisi *Pra Acara Upacara Penurunan Bendera Merah Putih* dalam rangka *Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia* di *Alun-Alun Sidoarjo*, pada *Senin, 17 Agustus 2026 pukul 15.00 – 15.15 WIB*.

Penampilan para siswa ini merupakan *undangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo* sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas karya seni dan dedikasi SMAN 1 Porong dalam melestarikan budaya lokal.

*Tari Tani Siring: Harmoni Manusia, Alam, dan Pertanian Sidoarjo*
Selama 15 menit, 100 penari SMAN 1 Porong menyuguhkan *”Tari Tani Siring”*, sebuah karya seni tari khas yang mengangkat nilai-nilai agraris Kabupaten Sidoarjo, khususnya kawasan *Siring, Porong*.

Tari ini diciptakan dengan konsep hubungan selaras antara *manusia dan alam*, menggambarkan keseharian, kerja keras, serta semangat gotong royong masyarakat petani. Gerakan yang anggun namun penuh energi itu seolah menceritakan perjuangan para petani dalam mengolah tanah, menanam, hingga memanen hasil bumi.

Yang membanggakan, *Tari Tani Siring* bukan sekadar tarian biasa. Karya seni ini *telah tercatat resmi di HAKI* dengan nomor *EC002024100440* tertanggal *5 September 2024*. Ini menjadi bukti bahwa kreativitas siswa Sidoarjo mampu menghasilkan karya yang original dan bernilai hukum.

Kesempatan tampil di panggung megah Alun-Alun Sidoarjo di hadapan *jajaran Forkopimda, pejabat Pemkab Sidoarjo, dan ribuan masyarakat* ini tentu tidak datang begitu saja.

Selama beberapa minggu sebelumnya, para siswa bersama *Bapak Ibu guru pendamping* telah menjalani *latihan intensif* setiap sore. Mulai dari pematangan gerak, kekompakan formasi 100 penari, hingga penguasaan ekspresi agar pesan budaya tersampaikan dengan kuat.

Kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak Sidoarjo tidak hanya cerdas di akademik, tapi juga punya jiwa seni dan cinta budaya yang tinggiv ujar salah satu guru pendamping.

*Dibuka dengan Tari, Ditutup dengan Khidmat Penurunan Bendera*
Penampilan Tari Tani Siring menjadi *pembuka rangkaian Pra Acara* sore itu. Setelah tarian selesai, suasana beralih khidmat dengan persembahan *Korsik Gita Bahana Sidoarjo*, dilanjutkan puncak acara *Upacara Penurunan Bendera Merah Putih* yang dipimpin langsung oleh *Inspektur Upacara*.

Momen itu menjadi paduan sempurna antara semangat seni, nasionalisme, dan penghormatan kepada para pahlawan.

*Apresiasi Kepala SMAN 1 Porong*
*Ulin Yudhawati, http://S.Si., http://M.Pd., Kepala SMAN 1 Porong* menyampaikan rasa syukur dan bangga yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sidoarjo atas apresiasi ini. Ini adalah bukti bahwa karya anak-anak kami diakui. Semoga ini menjadi motivasi bagi seluruh murid SMAN 1 Porong untuk terus berprestasi, percaya diri, dan semakin mencintai kebudayaan bangsa,” ungkapnya.

Ia juga berharap Tari Tani Siring bisa menjadi ikon budaya Sidoarjo yang terus dikenal dan dipelajari generasi muda.

Bagi 100 siswa yang tampil, pengalaman ini jauh lebih dari sekadar pertunjukan. Ini adalah wujud *kontribusi nyata generasi muda* dalam mengisi kemerdekaan melalui seni dan budaya.

Di tengah gempuran budaya asing, kehadiran Tari Tani Siring di panggung utama peringatan HUT RI memberi warna tersendiri. Ia mengingatkan kita bahwa *kemerdekaan juga harus diisi dengan menjaga identitas, melestarikan tradisi, dan membanggakan karya anak bangsa*.
Red hum

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version