TigaPilarPos,id Mitra TNI & POLRI
*SIDOARJO* – Peringatan *Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H* yang jatuh pada *Selasa, 25 Agustus 2026* kembali menjadi momen penuh berkah bagi umat Islam. Budaya memperingati hari kelahiran Rasulullah ini sudah menjadi kebiasaan yang biasa, menyenangkan, dan dinanti. Bukan hanya dari sisi spiritual, peringatan Maulid juga berdampak nyata pada denyut ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM.
Di seluruh dunia, umat Muslim kompak dan penuh semangat merayakan Maulid dengan majelis sholawat, pengajian, santunan, hingga berbagi makanan. Tradisi berbagi inilah yang membuat permintaan nasi kotak, nasi tumpeng, hingga buah-buahan melonjak tajam di pasaran.
Salah satu daerah yang merasakan dampaknya adalah *Desa Trompo Asri, RT 03 RW 02, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo*. Di sana, nama *Mbak Indri* sudah tidak asing lagi sebagai salah satu pedagang buah yang harganya dikenal paling murah dan kualitasnya oke.
Sejak *Jumat, 21 Agustus 2026*, pesanan buah kemasan untuk acara Maulid mulai membanjiri Mbak Indri. Para pembeli banyak yang memesan dalam bentuk kemasan khusus mika dan besek, untuk dibagikan setelah acara yasinan dan sholawatan di masjid, mushola, maupun rumah warga.
“Alhamdulillah, dari Jumat kemarin orderan masuk terus. Kebanyakan minta buah kemasan isi 500 gram sampai 1 kilo. Ada apel, jeruk, pir, anggur, sama semangka potong,” ujar Mbak Indri saat ditemui tim *Media Tigapilar*.
Kunci larisnya dagangan Mbak Indri adalah harga yang bersahabat. *Buah kemasan mulai dari Rp 12.000* tergantung request pembeli. Ada yang minta isi campur, ada yang request buah tertentu saja.
Pemesanan dilakukan dua cara: *online lewat WA dan offline langsung ke lapak*. Fleksibilitas ini membuat warga Jabon dan sekitarnya mudah memesan untuk acara Maulid di rumah atau kantor.
“Biasanya yang pesan itu takmir masjid, ibu-ibu majelis, sama anak muda yang bikin acara sholawatan. Mereka senang karena praktis, tinggal bagiin,” tambahnya.
Berkah Maulid: 3 Karyawan Musiman Ikut Kebagian Rezeki*
Rame-nya pesanan Maulid juga membuka lapangan kerja musiman. Mbak Indri mempekerjakan *3 orang anak buah* khusus untuk bagian pengemasan, yaitu *Wulan Jamila, Dina Patona, dan Dona Suliana*.
Menariknya, ketiganya masih punya hubungan dekat dengan Mbak Indri. *Wulan tetangga, Dina keponakan, dan Dona saudara*. Sistem kekeluargaan ini sudah berjalan beberapa tahun setiap kali musim Maulid dan perayaan besar tiba.
“Daripada nyari orang luar, mending saudara sendiri. Sekalian bantu-bantu dan bagi rezeki,” kata Mbak Indri sambil tersenyum.
Untuk upah, para karyawan musiman ini menerima *rata-rata Rp 100.000 per hari*. Angka yang cukup membantu di tengah kebutuhan menjelang peringatan Maulid.
*Maulid Nabi: Syiar Sekaligus Penggerak Ekonomi Umat*
Pemandangan seperti di lapak Mbak Indri ini terjadi di banyak tempat. Maulid Nabi bukan hanya menjadi ajang syiar Islam dan meneladani akhlak Rasulullah, tetapi juga menghidupkan roda ekonomi kecil.
Pedagang nasi kotak, nasi tumpeng, snack, hingga buah-buahan semua kebagian berkah. Permintaan meningkat, produksi naik, dan tenaga kerja terserap.
Bagi warga, berbagi buah dan makanan saat Maulid adalah bentuk cinta kepada Nabi. Bagi pedagang, ini adalah berkah rezeki. Bagi karyawan musiman, ini adalah kesempatan kerja.
“Semoga tiap tahun Maulid seperti ini terus ramai. Selain dapat pahala, ekonomi warga juga jalan,” pungkas Mbak Indri.
*Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H* tahun ini bukan hanya tentang perayaan. Ia adalah bukti bahwa budaya, iman, dan ekonomi bisa berjalan beriringan. Dari satu kemasan buah Rp 12.000, tersimpan semangat berbagi, kebersamaan, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Red her

