Media onlaine 3pilarpos, id

Mitra polri

SIDOARJO – Pelaksanaan program peningkatan infrastruktur Kantor Desa Kebakalan, Kecamatan Porong, kini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, durasi pengerjaan yang memakan waktu cukup lama dinilai mengganggu ritme kerja perangkat desa serta kenyamanan warga yang datang untuk mengurus administrasi, Kamis (9/4/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan fasilitas kantor demi menunjang pelayanan publik. Namun, kondisi material yang menumpuk dan area kerja yang belum usai membuat suasana kerja di balai desa terasa kurang kondusif.
Detail Proyek dan Sumber Dana
Merujuk pada papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, renovasi ini memiliki spesifikasi sebagai berikut:
Volume Bangunan: 5,5 meter × 16,5 meter.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026.
Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Kebakalan.
Sekretaris Desa (Sekdes) Kebakalan, **Rudi**, saat dikonfirmasi oleh awak media menjelaskan bahwa alokasi dana pembangunan kali ini secara spesifik diambil dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran SiLPA Ia juga menegaskan bahwa pengerjaan proyek melibatkan warga lokal.
> “Pekerja yang kami libatkan adalah warga desa setempat sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal. Terkait sumber dana, kami mengoptimalkan dana SiLPA yang ada,” ujar Rudi saat ditemui di ruang kerjanya.

Kualitas Material
Meskipun durasi pengerjaan dikeluhkan, dari segi teknis bangunan, material yang digunakan tampak berkualitas. Hasil pantauan media menunjukkan bahwa bahan baku material yang berada di lokasi telah spesifikasi* yang ditentukan. Penggunaan material standar ini diharapkan mampu memperkokoh struktur bangunan untuk jangka panjang, sehingga aset desa tersebut tidak mudah rusak di kemudian hari.

Di sisi lain, lambatnya progres pembangunan memicu kritik dari warga. Samsul (nama samaran), salah seorang warga setempat, menyatakan ketidakpuasannya terhadap kebijakan jajaran perangkat desa. Menurutnya, momentum perbaikan kantor desa saat ini kurang tepat jika dibandingkan dengan kebutuhan mendesak lainnya.
“Pengerjaannya sangat lama, jadi kalau mau mengurus surat-surat rasanya kurang nyaman. Saya pribadi merasa program perbaikan kantor ini kurang tepat waktunya, mungkin ada prioritas lain yang lebih penting bagi warga,” ungkap Samsul.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap agar pihak TPK Desa Kebakalan segera melakukan percepatan pembangunan tanpa mengurangi kualitas fisik, agar fungsi kantor desa sebagai pusat pelayanan masyarakat dapat kembali berjalan normal dan maksimal.
**Editor:** *Tim Redaksi*
**Lokasi:** *Kecamatan Porong, Sidoarjo*

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version