TigaPilar id
Media Mitra TNI & POLRI
*SIDOARJO* *SMP Negeri 1 Tanggulangin* kembali membuka pintu bagi 291 siswa baru. Di tengah euforia masuk sekolah, sekolah ini juga menunjukkan sisi humanisnya. Sejumlah siswa dari kategori *yatim dan tidak mampu* mendapatkan bantuan seragam sekolah secara gratis. Rabu 26 agustus 2026
Bantuan tersebut datang dari berbagai jalur. Ada yang melalui *jalur afirmasi domisili*, ada juga yang merupakan *usulan dari anggota DPRD*. Hal ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak berhenti pada bangku kelas, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar siswa.
Seragam yang diberikan bukan tanggung-tanggung. Rinciannya meliputi *kain seragam putih-putih, putih-biru, batik, hingga seragam pramuka*. Dengan begitu siswa tidak perlu bingung lagi mencari perlengkapan sekolah di awal tahun ajaran.
“Jadi selain jalur afirmasi, ada juga siswa yang dapat bantuan seragam dengan jenis kain yang sama. Tujuannya biar semua anak punya kesempatan belajar dengan nyaman dan setara,” ujar *Guntur selaku Humas SMPN 1 Tanggulangin* saat dikonfirmasi *Media Tigapilar*.
Menariknya, bantuan ini tidak hanya berasal dari sekolah. *Koperasi sekolah, tetangga, hingga pihak ketiga* juga ikut andil membantu. Gotong royong inilah yang membuat program bantuan berjalan.
Untuk siswa yang masuk melalui *jalur afirmasi*, verifikasi dilakukan berdasarkan domisili dan data ketidakmampuan. Sementara beberapa siswa lainnya masuk karena *diusulkan oleh anggota DPRD* sebagai bentuk perhatian wakil rakyat kepada konstituennya.
Total siswa baru yang diterima SMPN 1 Tanggulangin tahun ini mencapai *291 siswa*. Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri favorit di Tanggulangin tersebut.
Saat disinggung soal harga seragam dan besaran anggaran, Guntur menjelaskan bahwa pihaknya tidak menangani teknis pembelian.
“Untuk harga seragam saya tidak tahu pasti. Yang lebih paham itu *Panitia SPMB dan Koperasi*. Tugas saya selaku Humas lebih ke penyusunan SOP, surat-menyurat, berhubungan dengan pihak ketiga, dan menjadi saluran informasi terkait lingkungan sekolah,” jelasnya.
Sementara itu *Kepala Sekolah, Ibu Agustutik*, tidak bisa ditemui karena sedang menghadiri kegiatan *seminar Modul Pembiasaan Karakter Hebat di SMPN 4*.
Informasi yang beredar di tengah wali murid baru sempat simpang siur soal biaya. Namun berdasarkan penelusuran di lapangan, justru tidak ada satupun orang tua yang keberatan.
“Dari beberapa wali murid baru yang kami temui, tidak ada yang keberatan soal besaran anggaran beli kain. Justru malah terbalik, semua mengucapkan terima kasih karena anaknya terbantu,” kata salah satu sumber dari panitia.
Hal ini membantah isu miring yang sempat beredar. Justru adanya bantuan seragam ini sangat meringankan beban orang tua, khususnya mereka yang masuk kategori kurang mampu.
Langkah SMPN 1 Tanggulangin ini menjadi contoh baik bagaimana sekolah bisa hadir tidak hanya sebagai lembaga akademik, tetapi juga sebagai rumah kedua yang peduli.
Dengan adanya bantuan seragam untuk siswa yatim, tidak mampu, dan jalur afirmasi, diharapkan tidak ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi.
“Harapannya anak-anak ini bisa fokus belajar, berprestasi, dan membawa nama baik sekolah,” pungkas Guntur.
Bersambung ,,

